Lapas Bukittinggi ajak WBP pilah sampah 

oleh -46 Dilihat

 

HumasLabukti – Pada Senin, 22 Januari 2024, Lapas Kelas IIA Bukittinggi melakukan upaya konkret dalam mengatasi masalah sampah di dalam lingkungan Lapas. Sebagai langkah nyata dalam pengelolaan sampah, pihak Lapas membagikan tong sampah khusus untuk sampah organik kepada para warga binaan pemasyarakatan (WBP). Langkah ini diharapkan dapat memberikan solusi yang berkelanjutan dalam penanganan sampah di dalam Lapas, sambil memberdayakan WBP untuk turut berperan dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Baca Juga :  Kalapas Muara Enim Herdianto Pastikan Layanan Publik dan Pemasyarakatan Gratis dan Berintegritas berprinsipkan Good Governance

 

Tong sampah khusus untuk sampah organik tersebut dirancang untuk memisahkan sisa-sisa makanan dan bahan organik lainnya dari jenis sampah lain. Hal ini bertujuan untuk memudahkan proses pengomposan, di mana sampah organik tersebut akan dimanfaatkan sebagai kompos yang berguna untuk pertanian, serta sebagai pakan bagi bebek petelur di Lapas.

 

Pengelolaan sampah organik menjadi strategi yang tepat dalam upaya pengelolaan lingkungan di dalam Lapas. Dengan memanfaatkan sampah organik sebagai kompos dan pakan bebek, Lapas Kelas IIA Bukittinggi tidak hanya mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi keberlanjutan lingkungan serta memperkuat program rehabilitasi di dalam Lapas.

Baca Juga :  Touring Motor dan Bhakti Sosial Kemenkumham Lampung Bentuk Dukungan Korban Banjir dan Dukungan terhadap G20

 

Langkah ini juga sejalan dengan prinsip-prinsip pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat, di mana para WBP diajak untuk aktif berperan dalam menjaga kebersihan lingkungan dan merawat sumber daya alam. Melalui upaya ini, diharapkan para WBP dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat bermanfaat bagi mereka setelah kembali ke masyarakat.

 

Pengelolaan sampah organik di Lapas Kelas IIA Bukittinggi menjadi contoh nyata bagi lembaga pemasyarakatan lainnya dalam memanfaatkan sumber daya secara efisien dan berkelanjutan, sambil mengembangkan program rehabilitasi yang holistik dan inklusif. Diharapkan langkah ini dapat memberikan inspirasi bagi lembaga pemasyarakatan lainnya untuk turut berperan dalam upaya pelestarian lingkungan dan pembinaan sosial yang berkesinambungan.*JR*

No More Posts Available.

No more pages to load.