Lapas Narkotika Jakarta Berhasil Bina Warga Binaan Melalui Peternakan Ayam Petelur.

oleh -23 Dilihat

Jakarta, 6 Mei 2024 – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Jakarta, dalam upayanya meningkatkan kualitas kemandirian para warga binaan, mengelola peternakan ayam petelur di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Cah Angon. Peternakan ini terbilang sukses, dengan populasi ayam mencapai 1.560 ekor dan menghasilkan rata-rata telur per hari sebanyak 1.248 butir atau setara dengan 80% dari jumlah populasi ayam.

Telur-telur hasil peternakan ini tidak hanya dikonsumsi di dalam lapas, tetapi juga dipasarkan ke berbagai pihak, termasuk petugas Lapas, Rutan dan RS Pengayoman, Penyedia Bahan Makanan Lapas/Rutan, Agen Telur, Warung sekitar, dan Pengunjung atau keluarga warga binaan.

Baca Juga :  Lulus Ujian dan Pembelajaran Membaca Al-Quran Metode Yanbu’a, 52 Warga Binaan Lapas Banyuwangi Diwisuda

Peternakan ayam petelur di SAE Cah Angon memberikan banyak manfaat bagi para warga binaan. Selain melatih kemandirian dan memberikan bekal keterampilan setelah bebas, peternakan ini juga menjadi sumber penghasilan bagi mereka.

“Hasil penjualan telur ayam ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional peternakan, dan disetorkan kepada negara menjadi PNBP serta diberikan kepada warga binaan yang bekerja di peternakan sebagai bentuk premi” ujar Kalapas Narkotika Jakarta, Fonika Affandi.

Baca Juga :  Terus Berinovasi, Pegawai Lapas Narkotika Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta Antusias Ikuti Sustik Belajar

Lapas Narkotika Jakarta berharap program pembinaan kemandirian melalui peternakan ayam petelur ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi lebih banyak warga binaan.

“Kami ingin menjadikan Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta sebagai Lapas Produktif. Salah satunya melalui Kegiatan di SAE Cah Angon sebagai tempat pembinaan yang tidak hanya melatih kemandirian, tetapi juga menghasilkan produk-produk yang bermanfaat bagi masyarakat,” tutup Kalapas.

No More Posts Available.

No more pages to load.