Lapas Sukabumi ikuti Upacara Puncak Hari Bhakti Pemasyarakatan ke 59, Menteri Yasona Perintahkan Transformasi Pemasyarakatan

oleh -1462 Dilihat

 

Sukabumi- Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sukabumi mengikuti Upacara Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-59 dan Halal Bihalal di Lingkungan Kementerian Hukum dan HAM Secara Virtual, Selasa (02/05/2023).

Bertempat di Aula Lapas Sukabumi, Upacara Secara Virtual ini diikuti oleh seluruh petugas Lapas Sukabumi dan perwakilan dari Dharma Wanita Lapas Sukabumi dan dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Sukabumi, Christo Toar.

Pada Kesempatan ini Menteri Hukum dan HAM menegaskan bahwa jangan sesekali meninggalkan sejarah, yang sebagaimana dikatakan oleh Sang Proklamator Bung Karno.

Baca Juga :  Dua Pegawai Lapas Bukittinggi Ikuti Ujian Penyetaraan Ijazah (S1)

Istilah dan konsep pemasyarakatan pertama kalinya disampaikan pada 5 Juli 1963 oleh Menteri Kehakiman RI pada saat itu Bapak Sahardjo, yaitu bahwa pemasyarakatan merupakan tujuan dari pidana penjara untuk memulihkan kembali kesatuan hubungan kehidupan dan penghidupan yang terjalin antara individu terpidana dan masyarakat atau lebih dikenal dengan re-integrasi sosial dengan melakukan pembinaan dan pembimbingan kepada narapidana agar bertobat dan mendidik agar dapat menjadi manusia yang berguna bagi masyarakat.

Baca Juga :  Kalapas Muara Enim Herdianto & Jajaran Ikuti Kegiatan Pembukaan Penelitian RKBMN Kementerian Hukum dan HAM Tahun 2024

Kemudian Yasonna menghimbau kepada seluruh jajaran pemasyarakatan agar bersinergi dengan instansi terkait dan segenap stakeholder yang ada, harus menyadari dan meningkatkan kompetensi melalui literasi dalam melaksanakan tugas agar adaptif dengan berbagai perubahan, dan menjadi insan pengayoman yang terpelajar dan tangkas dalam bekerja yang harus cepat tepat dan ikhlas.

Pada kesempatan ini juga, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Bapak Reynhard SP Silitonga menyampaian sejarah singkat tentang Pemasyarakatan.

Kepala Lapas Sukabumi juga menyampaikan harapan bagi Lapas Sukabumi agar bisa mengimplementasikan yang disampaikan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Bapak Yasonna H. Laoly dan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Bapak Reynhard SP Silitonga.

No More Posts Available.

No more pages to load.