Penuh Produktivitas Seksi Kegiatan Kerja Lapas Bukittinggi Panen Sawi dan Telur Itik

oleh -353 Dilihat

 

Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bukittinggi berhasil memanen sayuran sawi dan telur Itik yang merupakan hasil pembinaan kemandirian pertanian dan peternakan pada Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) pada Sabtu (09/12).

 

Panen sawi dan telur Itik ini merupakan panen rutin setiap bulan, untuk sawi dan itik ini mulai digalakkan akhir tahun lalu sebagai salah satu bentuk pembinaan kemandirian.

 

Sawi dengan masa tanam kurang lebih 40 hari, warga binaan memanfaatkan lahan tanam berhasil memanen sawi kurang lebih 100 kilogram pada panen kali ini. Bukittinggi Info Pas,- Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bukittinggi berhasil memanen sayuran sawi dan telur Itik yang merupakan hasil pembinaan kemandirian pertanian dan peternakan pada Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) pada Sabtu (09/12).

Baca Juga :  Kanwil Kemenkumham Sulsel Terima Penghargaan Kinerja Anggaran Terbaik Semester Satu

 

Panen sawi dan telur Itik ini merupakan panen rutin setiap bulan di tahun 2023, untuk sawi dan itik ini mulai digalakkan akhir tahun lalu sebagai salah satu bentuk pembinaan kemandirian.

 

Sawi dengan masa tanam kurang lebih 40 hari, warga binaan memanfaatkan lahan tanam berhasil memanen sawi kurang lebih 100 kilogram pada panen kali ini. Sedangkan telur itik panen sebanyak 40 biji. Ini membuktikan keberhasilan Lapas Bukittinggi dalam pemanfaatan lahan dan pelatihan terhadap pembinaan narapidana di bidang pertanian dan peternakan.

Baca Juga :  Setia Pada NKRI, Napiter Lapas Kalianda Kibarkan Bendera Merah Putih di HUT RI ke-77

 

Menurut Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Fazni Aziz Kegiatan panen sawi dan tekur itik ini membuktikan bahwa program pembinaan kemandirian dapat menjadi kegiatan produktif WBP untuk menyiapkan warga binaan saat berintegrasi kembali dengan masyarakat. Sehingga ketrampilan tersebut dapat menghasilkan nilai tambah.

 

“Kami berupaya menyiapkan warga binaan pemasyarakatan dengan keahliannya masing-masing, sehingga dapat digunakan sebagai bekal apabila mereka ini kembali kepada masyarakat. Salah satunya melalui pertanian dan peternakan ini, tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.