Petugas Lapas Narkotika Sawahlunto Memdadak di Tes Urine

oleh -108 Dilihat

 

Secara mendadak Kalapas menggandeng BNNK Sawahlunto melakukan tes urin pada seluruh petugas yang sedang bertugas (24/08/2023). Tes Urine mendadak ini dilakukan untuk memastikan pegawai bebas dari penggunaan narkoba serta Upaya mendukung kegiatan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Lapas Narkotika Sawahlunto.

Hal ini dilakukan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kota Sawahlunto. Tes urine diikuti oleh Kepala Lapas Narkotika Sawahlunto, Pejabat struktural dan seluruh pegawai Lapas Narkotika Sawahlunto. Kalapas Narkotika Sawahlunto menerangkan tes mendadak ini merupakan instruksi dari pimpinan Ditjenpas untuk menghindarkan seluruh pegawai Lapas Narkotika Sawahlunto dari penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika (P4GN).

Baca Juga :  Matangkan Pelaksanaan Tugas Dalam Pembangunan ZI, Liberti Sitinjak Beri Penguatan 33 Kasatker

“Pemeriksaan urine secara berkala bagi seluruh pegawai Lapas Narkotika Sawahlunto ini untuk memastikan bahwa Lapas Narkotika Sawahlunto berkomitmen tinggi dalam memerangi bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM. Kalapas Narkotika Sawahlunto, Rommy
Waskita Pambudi ingin memastikan tidak ada pegawai Lapas Narkotika Sawahlunto yang bermain-main dengan narkotika. Baik sebagai penyalah guna maupun terlibat dalam jaringan peredaran gelap narkotika,” terang Kalapas.

AKBP Erlis Kepala BNN Kota Sawahlunto menerangkan bahwa hasil pemeriksaan terhadap 67 orang pegawai di Lapas Narkotika Sawahlunto semuanya bebas dari narkotika.

Baca Juga :  Bersama Lapas Narkotika Sawahlunto, Kantor ATR/BPN Sawahlunto Tanam Bibit Pohon Buah

“Semua pegawai di Lapas Narkotika Sawahlunto bersih dari indikasi penyalahguna narkotika,” terang AKBP Erlis.

Dalam melaksanakan kegiatan ini Kalapas di dampingi Kepala BNN juga memberikan pemahaman tentang bahaya narkotika dan efek samping bagi penggunanya.

“Narkotika merupakan musuh dari peradaban, penjajahan di jaman modern ini adalah narkotika,” terangnya.

Beliau menekankan bahwa bahaya narkotika ini bisa menyasar siapa saja, profesi apapun, dan benar-benar mengancam generasi bangsa, sehingga diperlukan komitmen yang kuat bagi semua komponen dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

No More Posts Available.

No more pages to load.