Warga Binaan Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta Implementasikan Hasil Pelatihan Keterampilan Pengelasan Melalui Produksi Meja Potong Kain di Balai Latihan Kerja Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta.

oleh -1893 Dilihat

Jakarta 09/07 – Dalam rangka meningkatkan sarana dan prasarana kegiatan pembinaan dan pelatihan bagi Warga Binaan Giatja Lapas Narkotika Kelas IIA lakukan produksi pembuatan meja potong kain yang akan digunakan untuk berbagai keperluan pemotongan bahan bidang pelatihan dan pembinaan konveksi.

Meja Potong Kain yang dibuat oleh Warga Binaan yang terhimpun di Balai Latihan Kerja Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta ini Berbahan dasar Besi Hollow,Multiplek 9mm dan Cat Pernis yang dirancang melalui proses pengelasan.

Baca Juga :  Bangun Kedisiplinan dan Kekompakan, Lapas Narkotika Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta Laksanakan FMD

Kegiatan proses produksi meja potong kain ini berkolaborasi dengan bidang pelatihan dan pembinaan Pengelasan, Warga Binaan yang terhimpun dalam bidang pelatihan dan pembinaan Pengelasan khususnya yang sudah mengikuti pelatihan dilibatkan dalam proses pembuatan meja potong kain ini. Giatja Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta sendiri aktif melakukan Kolaborasi antar bidang dalam hal pemenuhan serta peningkatan sarana dan prasarana,

Ibnu Dharmawan, Selaku pembina kegiatan pelatihan kemandirian di Giatja menyampaikan “Kolaborasi antar bidang dalam sebuah organisasi sangat penting untuk memastikan bahwa kebutuhan yang berbeda-beda dari masing-masing bidang dapat dipenuhi secara efektif dan efisien dan dalam hal ini kami mendapat kesempatan untuk melengkapi sarana dan prasarana bidang pelatihan kemandirian Konveksi untuk keperluan Pemotongan Bahan Kain.

Baca Juga :  Apel Perdana Juli, Kalapas Beri Arahan Langsung kepada Jajaran

Kegiatan ini juga sebagai komitmen Giatja Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta dalam melakukan pemeliharaan,pengembangan serta pengimplementasian terhadap Warga Binaan yang sudah melewati pelatihan serta dalam rangka Evaluasi kegiatan pelatihan yang sudah selesai dilaksanakan untuk memastikan keberhasilan program pelatihan yang diukur dari reaksi peserta pelatihan, bagaimana peserta menyerap materi pelatihan dari program tersebut dan sejauh mana perilaku,skill serta hasil on the job mereka berubah sebagai hasil dari program tersebut.

No More Posts Available.

No more pages to load.